Posts

Showing posts from March, 2013

Tugas Mengarang

Hari ini akan jadi hari yang menyenangkan di Playgroup. Shougo yakin itu. Karena hari ini adalah hari di mana mereka—ia dan 'teman-teman' sekelasnya—akan membacakan karangan yang dibuat untuk memenuhi tugas bulanan oleh guru mereka. Guru-gurunya selalu bilang bahwa ia anak yang cerdas. Karangannya kali ini pun yang paling panjang di antara anak-anak di kelas. Ia akan membacakan seluruhnya, dan membuat semua orang yang mendengarkan takjub dengan ceritanya. Karena temanya saja sudah menakjubkan; 'Keluarga-ku'. . . . "Ibu mengatakan kalau Ayah dan Ibunya adalah sepasang iblis. Sementara Ayah adalah seorang titisan Dewa. Keluarga kami adalah keluarga paling unik sejagat raya!" . . . Ketika kedua orangtuanya dipanggil untuk menemui wali kelasnya, mereka berdua tertawa puas mendengar laporan sang wali.

Konstelasi: Orion; another

“ Koefisien kriminalitas di atas 140. Subyek penangkapan. Pengaman akan dilepaskan. Bidik dengan tenang dan kendalikan target. ” Suara tembakan terdengar segera setelah instruksi di telinganya selesai diucapkan. Bidikannya sukses mengenai target, membuat kriminal tersebut pingsan dan jatuh ke lantai yang basah akibat hujan sore tadi. Dua orang berjalan mendekati lelaki yang tak sadarkan diri itu. Salah satunya, yang memiliki surai panjang berwarna merah menyala, mengeluarkan borgol dari dalam jas dan memasangkannya pada pergelangan tangan buruan mereka. “Ahli nujum, Byaku. Kau ditangkap.” Bunyi ‘klik’ nyaring dan si rambut merah menghela napas lega. Proses penangkapan telah selesai. Partner kerjanya, seorang lelaki sebayanya yang berambut emas bergelombang, mengontak seseorang dengan gelang komunikasi. “Yo, Saga. Bagianku dan Camus—” “ Inspektur Camus, Milo,” si rambut merah menghardik. “—sudah selesai, ‘nih.” Milo menyeringai, tak menggubris pembetulan dari...

Ikatan Darah

Ikatan. Satu hal yang tak pernah bisa lepas dari kehidupan manusia. Ikatan persahabatan, ikatan kerja, ikatan pernikahan, dan lain-lain. Dan di antara berbagai jenis ikatan itu, menurut Pisces Lugonis hanya ada satu ikatan yang paling indah. . . . "Aku ingin melindungi Kakak, seperti Kakak yang melindungiku dan semuanya yang ada di Sanctuary ini." Jawaban yang tulus dan lurus itu meluncur keluar dari mulut seorang bocah yang usianya tak lebih dari 5 tahun. Terlalu muda untuk memikirkan sesuatu bertema berat seperti itu. Meskipun terucap seolah tak dipikirkan matang-matang, siapapun yang melihat kilat di mata sang bocah kala kalimat tersebut diucapkan akan paham bahwa ia tidak main-main. Tekadnya telah bulat, dan tak akan tergoyahkan meski dengan cara apapun. Ada senyum tipis tersungging di wajah ksatria dari kuil ke-12 itu. Senyum tanda kekaguman. Bocah itu telah memenangkan rasa hormatnya, yang hanya ia sodorkan kepada beberapa orang yang memang terbukti la...

Bond, chapter 3.5

"Selamat ulang tahun, Manigoldo!" Bocah yang mengaku hari itu genap berusia 7 tahun itu tersenyum lebar ketika melihat dua orang tambahan terbarunya dalam pesta kebun yang diadakan demi merayakan hari lahirnya. Atau lebih tepatnya, ia tersenyum karena melihat kotak berbungkus kertas kado di tangan mereka, yang disodorkan padanya dan ia terima dengan suka cita. "Trims! ...er, Kakak Beradik!" ucapnya girang sambil membawa kado yang baru diterimanya itu ke sudut ruangan. Dalam perjalanannya, secara tangkas ia menunduk menghindari kelebatan serangan yang dilancarkan gurunya— Kyoukou Sage. "Dasar anak itu..." Sage mendesah pelan seraya mendekati sang 'Kakak Beradik', yang sama-sama tersenyum maklum. "Maafkan ketidaksopanannya, Ilias, Sisyphus." Sisyphus menggeleng singkat. "Tidak apa, Kyoukou - sama . Manigoldo belum lama di sini, jadi wajar saja kalau dia belum hapal nama kami." Lelaki berusia lebih dari 200 tahun itu kemu...

Effort

"Vi, coba ulurkan tanganmu sambil berdiri di samping Yasmin." Vivi menaikkan sebelah alisnya, bertanya melalui tatapan mata, tapi karena tak kunjung diberi jawaban jelas ia toh menurut—berdiri di samping gadis mungil yang telah lebih dulu mengulurkan tangan dan menyisingkan lengan baju, memperlihatkan jelas kulit putih mulusnya yang— —oh. "Nggak jadi, ah," ia berbalik, berjalan lagi ke tempat duduknya. "Udah jelas, 'sih, kalau aku yang lebih hitam daripada Yasmin." Julian cengengesan. "Makanya coba pake krim pemutih gitu, lho... 'kan jadinya nggak sepadan kalau kalian berdua jalan bareng." "Peeeeduli banget! Manisnyaaaa!" . . . "Vi, kamu pake lotion ini?" Dea mengangkat botol lotion yang dimaksud tepat ketika Vivi menoleh. "Oh. Iya. Dulunya." "Dulunya? Jadi sekarang nggak lagi?" "Iya, udah nggak lagi sekarang." "Kenapa?" Vivi menjawab dengan sikap acuh t...