Posts

Showing posts with the label series: psycho-pass

Traumatic

Kateikyoushi Hitman Reborn! © Amano Akira Kuroshitsuji © Toboso Yana Psycho-Pass © Production I.G, Funimation Entertainment, Urobuchi Gen . Karena tidak ada kejutan ulang tahun yang lebih baik dari kejutan yang membuat sang birthday boy mengalami trauma, 'kan? . Sudah jadi rahasia umum bahwa Gokudera Hayato membenci Rokudou Mukuro. Karena pria yang memegang separuh hak untuk menyandang gelar sebagai Mist Guardian klan Vongola itu jahat sampai ke inti yang paling dasar. Karena pria itu seorang kriminal kelas atas, bahkan dalam komunitas mafia sendiri. Karena pria itu terus saja mengincar bosnya tercinta bahkan setelah sepuluh tahun berlalu. Karena, kesimpulannya, pria itu eksistensi paling menyebalkan yang pernah ditemui Hayato. Sebisa mungkin Hayato menghindari kontak dengan Mukuro, baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung. Frekuensi kejadian di mana ia berbincang dengan sang ilusionis bisa dihitung dengan jari dan sebagian besar terjadi saat seluruh...

Spoiled

Mukuro menoleh ke arah jam dinding. Pukul 10 malam. Suara televisi dari arah ruang tamu belum juga berhenti. Ia menghela napas panjang. "Shougo, sudah waktunya tidur. Matikan televisinya dan bersiaplah untuk naik ke ranjang." Suaranya cukup keras untuk terdengar jelas hingga ke ruang tamu, meski tidak cukup untuk mengejutkan seisi rumah besar yang mereka huni. Namun, tidak ada jawaban seperti yang ia harapkan, dan hal itu membuatnya mengerutkan dahi. Beranjak dari ruang kerjanya yang terletak tepat di samping ruang santai, Mukuro pergi untuk mengecek kondisi putra semata wayangnya itu dan benar saja: Shougo berada di posisi berbaring telungkup di atas sofa panjang favoritnya, dengan pipi beralaskan buku Kumpulan Dongeng Grimm dan mata terpejam rapat. Ia tertidur di tengah-tengah kegiatan kesukaannya—membaca. "Manisnyaaaa." Komentar yang begitu akrab di telinga sampai-sampai ia tidak perlu menoleh untuk melihat siapa yang mengucapkannya. Mukuro se...

Tugas Mengarang

Hari ini akan jadi hari yang menyenangkan di Playgroup. Shougo yakin itu. Karena hari ini adalah hari di mana mereka—ia dan 'teman-teman' sekelasnya—akan membacakan karangan yang dibuat untuk memenuhi tugas bulanan oleh guru mereka. Guru-gurunya selalu bilang bahwa ia anak yang cerdas. Karangannya kali ini pun yang paling panjang di antara anak-anak di kelas. Ia akan membacakan seluruhnya, dan membuat semua orang yang mendengarkan takjub dengan ceritanya. Karena temanya saja sudah menakjubkan; 'Keluarga-ku'. . . . "Ibu mengatakan kalau Ayah dan Ibunya adalah sepasang iblis. Sementara Ayah adalah seorang titisan Dewa. Keluarga kami adalah keluarga paling unik sejagat raya!" . . . Ketika kedua orangtuanya dipanggil untuk menemui wali kelasnya, mereka berdua tertawa puas mendengar laporan sang wali.

Konstelasi: Orion; another

“ Koefisien kriminalitas di atas 140. Subyek penangkapan. Pengaman akan dilepaskan. Bidik dengan tenang dan kendalikan target. ” Suara tembakan terdengar segera setelah instruksi di telinganya selesai diucapkan. Bidikannya sukses mengenai target, membuat kriminal tersebut pingsan dan jatuh ke lantai yang basah akibat hujan sore tadi. Dua orang berjalan mendekati lelaki yang tak sadarkan diri itu. Salah satunya, yang memiliki surai panjang berwarna merah menyala, mengeluarkan borgol dari dalam jas dan memasangkannya pada pergelangan tangan buruan mereka. “Ahli nujum, Byaku. Kau ditangkap.” Bunyi ‘klik’ nyaring dan si rambut merah menghela napas lega. Proses penangkapan telah selesai. Partner kerjanya, seorang lelaki sebayanya yang berambut emas bergelombang, mengontak seseorang dengan gelang komunikasi. “Yo, Saga. Bagianku dan Camus—” “ Inspektur Camus, Milo,” si rambut merah menghardik. “—sudah selesai, ‘nih.” Milo menyeringai, tak menggubris pembetulan dari...

Composure

Shougo selalu kagum pada ibunya. Di situasi seperti apapun, beliau tidak pernah kehilangan ketenangannya. Bahkan ketika ia terjangkit virus DBD (yang virusnya ia terima entah darimana), beliau dengan tenang mengurus segala macam proses perawatannya dari awal hingga akhir. Ah, tapi, Shougo ingat bahwa ada satu kesempatan di mana ibunya melepaskan kontrol diri di hadapannya. . . . "--apa yang kau lakukan?!" Shougo, yang sedang berbaring telungkup di atas ranjangnya sambil membaca Supernova yang baru dibelikan oleh ayahnya kemarin lusa, menoleh ke arah asal suara. Ibunya berdiri di ambang pintu dengan mata membelalak lebar, tak percaya dengan apa yang ia lihat. "Membaca buku," adalah jawaban lugas yang ia berikan. "Bukan itu!" Ibunya mendekati ranjangnya dengan langkah gusar. "Maksudku, kenapa kau memakai pakaian seperti itu?!" Ia melirik apa yang tengah ia kenakan saat itu. "Karena Papa menyuruhku memakainya....

Micawber

I. Putih bersih. Berapa kalipun ia mencoba mengecek—setelah memperhatikan rekaman kematian Mido Masatake, menyimak Ouryou Rikako mengawetkan karya seninya, melihat perburuan Senguji Toyohisa—angka Koefisien Kriminalitas-nya tidak berubah. Tetap berada di dalam standar. Berubah menjadi sedikit gelap pun tidak. Anak buah kesayangannya, Chou Gu-sung, tampaknya tertarik dan menanyainya, namun jawaban yang ia berikan sama dengan apa yang ia jelaskan pada inspektur wanita dari Biro Keamanan Publik: ia tidak begitu paham, namun begitulah kenyataannya. Semenjak pertama kali Sistem Sybil diimplementasikan, Warna-nya tetaplah putih bersih seperti warna rambutnya yang putih bersih serupa butiran salju itu. Bicara soal momen di mana Sistem Sybil pertama kali digunakan secara luas, ia jadi teringat akan masa kecilnya. II. Masa kecilnya adalah masa di mana manusia, menurutnya, hidup lebih bebas. Di mana manusia dituntut untuk lebih berhati-hati dalam melangkah, dalam menentukan pil...