Spoiled

Mukuro menoleh ke arah jam dinding. Pukul 10 malam. Suara televisi dari arah ruang tamu belum juga berhenti. Ia menghela napas panjang.

"Shougo, sudah waktunya tidur. Matikan televisinya dan bersiaplah untuk naik ke ranjang."

Suaranya cukup keras untuk terdengar jelas hingga ke ruang tamu, meski tidak cukup untuk mengejutkan seisi rumah besar yang mereka huni. Namun, tidak ada jawaban seperti yang ia harapkan, dan hal itu membuatnya mengerutkan dahi.

Beranjak dari ruang kerjanya yang terletak tepat di samping ruang santai, Mukuro pergi untuk mengecek kondisi putra semata wayangnya itu dan benar saja: Shougo berada di posisi berbaring telungkup di atas sofa panjang favoritnya, dengan pipi beralaskan buku Kumpulan Dongeng Grimm dan mata terpejam rapat. Ia tertidur di tengah-tengah kegiatan kesukaannya—membaca.

"Manisnyaaaa."

Komentar yang begitu akrab di telinga sampai-sampai ia tidak perlu menoleh untuk melihat siapa yang mengucapkannya. Mukuro sekali lagi menghela napas panjang.

"Kalau kau tahu daritadi dia sudah tertidur, kenapa tidak kau bawa dia ke tempat tidurnya, Byakuran?"

Comments

Popular posts from this blog

Scrapped: EC-8

Scrapped: Raijin no Keifu

Konstelasi: Sagittarius