Composure

Shougo selalu kagum pada ibunya. Di situasi seperti apapun, beliau tidak pernah kehilangan ketenangannya. Bahkan ketika ia terjangkit virus DBD (yang virusnya ia terima entah darimana), beliau dengan tenang mengurus segala macam proses perawatannya dari awal hingga akhir.

Ah, tapi, Shougo ingat bahwa ada satu kesempatan di mana ibunya melepaskan kontrol diri di hadapannya.

.
.
.

"--apa yang kau lakukan?!"

Shougo, yang sedang berbaring telungkup di atas ranjangnya sambil membaca Supernova yang baru dibelikan oleh ayahnya kemarin lusa, menoleh ke arah asal suara. Ibunya berdiri di ambang pintu dengan mata membelalak lebar, tak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Membaca buku," adalah jawaban lugas yang ia berikan.

"Bukan itu!" Ibunya mendekati ranjangnya dengan langkah gusar. "Maksudku, kenapa kau memakai pakaian seperti itu?!"

Ia melirik apa yang tengah ia kenakan saat itu. "Karena Papa menyuruhku memakainya."

Dan dengan jawaban itu, ibunya melesat keluar, mencari 'si pelaku'. Shougo, yang penasaran akan jalannya pertengkaran kedua orang tuanya itu, buru-buru turun dari ranjangnya dan berlari mengikuti sang ibu. Ia menemukan mereka berdua di ruang makan. Ibunya berkacak pinggang di sebelah ayahnya, yang dengan cueknya menikmati sepotong besar tiramisu yang dibuatkan oleh istrinya kemarin sore.

"Jelaskan kenapa kau memaksa Shougo memakai pakaian seperti itu."

"Memaksa?" Ayahnya tertawa pelan lalu meletakkan pisau dan garpu yang beliau genggam. "Aku tidak memaksanya sama sekali, 'kok. Iya, 'kan, Shougo-chan?"

Shougo mengangguk mengiyakan. Faktanya, ia memang tidak perlu dipaksa untuk mengikuti kemauan ayahnya. Toh, tidak ada pihak yang akan terluka ataupun dirugikan jika ia mengenakan pakaian itu... 'kan?

"Lagipula, Shougo-chan terlihat manis dalam balutan gaun bertema lolita. Kulitnya jadi terlihat semakin cantik kalau dipadukan dengan renda-renda dan pita berwarna merah jambu dan putih!"

Ibunya mendengus dan menatap sinis ayahnya. "Kalau kau ingin memakaikan baju lolita padanya, seharusnya kau pakaikan saja baju gothic lolita! Aku masih menyimpan beberapa pakaian milik Chrome, kalau kumodif sedikit—"

"Mukuro-kun, Mukuro-kun." Sang suami menepuk pundak istrinya, seolah berusaha menenangkan. "Kalau kau ingin ikut ber-crossdress ria bersama Shougo-chan, aku sudah menyiapkan beberapa gaun yang bisa kau coba, 'kok, di kamarmu."

...

"Mana aku sudi!"

"Kau itu hanya malu-malu kucing saja, Sayang~!"

Sementara pertengkaran suami istri itu berlanjut, Shougo tetap diam di tempatnya sambil tersenyum. Ia senang memperhatikan. Apalagi jika yang ia perhatikan adalah saat-saat di mana ibunya kehilangan ketenangannya karena ulah ayahnya, yang memang begitu pandai menggoda sang istri.

Comments

Popular posts from this blog

Scrapped: EC-8

Scrapped: Raijin no Keifu

Konstelasi: Sagittarius