Bond, chapter 3.5

"Selamat ulang tahun, Manigoldo!"

Bocah yang mengaku hari itu genap berusia 7 tahun itu tersenyum lebar ketika melihat dua orang tambahan terbarunya dalam pesta kebun yang diadakan demi merayakan hari lahirnya. Atau lebih tepatnya, ia tersenyum karena melihat kotak berbungkus kertas kado di tangan mereka, yang disodorkan padanya dan ia terima dengan suka cita.

"Trims! ...er, Kakak Beradik!" ucapnya girang sambil membawa kado yang baru diterimanya itu ke sudut ruangan. Dalam perjalanannya, secara tangkas ia menunduk menghindari kelebatan serangan yang dilancarkan gurunya—Kyoukou Sage.

"Dasar anak itu..." Sage mendesah pelan seraya mendekati sang 'Kakak Beradik', yang sama-sama tersenyum maklum. "Maafkan ketidaksopanannya, Ilias, Sisyphus."

Sisyphus menggeleng singkat. "Tidak apa, Kyoukou-sama. Manigoldo belum lama di sini, jadi wajar saja kalau dia belum hapal nama kami."

Lelaki berusia lebih dari 200 tahun itu kemudian ikut tersenyum. Tangannya terangkat untuk mengelus kepala bocah lelaki yang, meskipun terlihat sedikit enggan, tapi tetap tersenyum dan tak berkata apa-apa. Usai dielus, sosok Aspros, Hasgard, dan El Cid, yang telah datang lebih dulu tertangkap oleh ekor mata Sisyphus. Ia pamit dari hadapan abang dan pemimpin mereka dengan sopan sebelum berlari ke arah kawan-kawan sebayanya tersebut.

"Anak itu tumbuh dengan baik di bawah pengawasanmu, Ilias," Sage memulai pembicaraan mereka sambil matanya tetap mengawasi para bocah berkumpul di sekitar dua orang Saint Perunggu, entah merengek meminta apa.

"Kalau Anda berkata seperti itu, saya jadi merasa seperti seorang bapak-bapak single parent yang membesarkan putra sulungnya seorang diri," sahut Ilias kalem.

Paus Agung yang ada di sampingnya tertawa pelan. "Tidak terlalu salah, 'kan?" Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan. "Anak keduamu juga akan datang nanti."

Ksatria dari kuil ke-5 itu mengangkat sebelah alisnya, sesaat bingung dengan maksud dari 'anak kedua', namun langsung mengerti sebelum sempat mulutnya melontarkan pertanyaan. Ia ikut tertawa karenanya, yang membuat senyum usil di wajah Sage semakin melebar.

"Aku tidak tahu. 'Anak kedua'-ku itu mirip sekali dengan 'ibu'-nya, jadi aku ragu ia akan mau ke ikut serta di acara ini kalau tidak dipaksa,"

"Ah, benar juga. Tapi..."

Sang Leo menoleh tepat ketika Pemimpinnya itu menyunggingkan sebuah senyum penuh arti.

"... kita lihat saja?"

Ilias hanya diam tak menjawab. Untuk sepersekian detik, bulu kuduknya meremang. Ia tidak pernah suka dengan senyum misterius yang kadang-kadang ditunjukkan oleh Sage. Baik itu ketika ia mengenakan helm yang menjadi bagian dari seragamnya ataupun tidak. Seolah-olah beliau tahu segalanya, padahal tidak.

Dan ia tidak pernah menyenangi entitas-entitas yang bertingkah seolah mereka maha

"Sambil menunggu, mau mencoba anggur racikan Tsubaki, Ilias?"

"... ah. Boleh."

.
.
.

2 jam kemudian, 'anak ke-2' dan sang 'Ibu' muncul di pesta kebun tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Scrapped: EC-8

Scrapped: Raijin no Keifu

Konstelasi: Sagittarius