Celebrating
Apartemen sederhana. Satu kamar tidur ukuran besar, satu ruang tamu, satu kamar mandi, satu gudang, satu ruang makan yang digabung dengan dapur. Dapur yang dipenuhi aroma manis yang lezat dan suara seseorang membuat kue. Adonan masuk ke oven, timer bergerak. Tangan yang kini tak mengerjakan apa-apa beralih membereskan kekacauan di atas meja, menatanya menjadi sesuatu yang lebih pantas dilihat. Bunyi denting nyaring dan kue matang dikeluarkan. Dihias indah dengan icing coklat, coklat beras, marshmallow , dan whipped cream . Diletakkan di atas piring lebar yang dialasi kain berenda. Dibawa ke tengah-tengah meja makan. Helaan napas lega. Senyum bangga. "Nah." Sang koki melepaskan sarung tangan dan celemek—seragam perang yang wajib dikenakan saat memanggang kue—yang ia kenakan, meletakannya asal-asalan di atas kabinet, lalu berkacak pinggang. "Kuenya sudah siap. Kadonya juga sudah. Bagaimana kalau kita mulai saja?" Tersenyum, ia menduduk...