Posts

共に成長していく 1

"Nee, Hajime." "Apa, Haru?" "Aku sukaaaaaa~~ sekali dengan Hajime." Gadis kecil berambut hitam yang semula sibuk membentuk gambar kelinci dengan krayon hitamnya itu menghentikan gerakan tangannya dan mendongak, melihat bocah lelaki berambut pirang yang baru saja tiba dan berjongkok di sebelahnya. Senyumnya terpampang lebar sementara si gadis kecil - Hajime - berkali-kali mengedipkan mata berisis keunguannya. "Ada apa mendadak?" Tanya Hajime akhirnya. "Ng~ hanya berpikir kalau aku perlu mengatakannya." Bocah itu - Haru - terkekeh pelan. "Hajime sendiri, bagaimana? Suka padaku tidak?" Suka? "Tentu." Seperti sukanya pada ayah, paman Aoi, paman Chihiro, dan bibi Yuuka. Dalam pikiran Hajime, itu pula lah yang dimaksud oleh Haru. Karena senyum sepupunya itu mengembang makin lebar, Hajime berpikir bahwa jawabannya sudah tepat dan ikut tersenyum. "Kalau begitu, ini!" Mendadak Haru meraih tangan...

Tsukino Daycare 1

"Nah, Arata. Kau sudah siap?" "Un." "Kalau bertemu yang sebaya, pertama harus menyapa seperti apa?" "Halo. Mutsuki Arata, 4 tahun. Senang berkenalan denganmu." "Yosh. Anak pintar." Meskipun tidak ada perubahan berarti dalam ekspresinya, aku tahu anakku senang ketika kutepuk kepalanya sebagai 'hadiah' atas jawabannya. Kalau biasanya yang seperti ini disebut sebagai insting seorang ibu, maka untuk kasusku kurasa bisa diganti namanya dengan 'insting single father '. "Nah, Aoi-kun. Siap bertemu dengan teman-teman baru, 'kan?" Suara dari samping membuatku menoleh dan melihat seorang pria berambut cokelat berdiri tak jauh dari pintu gerbang daycare . Tangannya digandeng erat oleh seorang bocah berambut keemasan yang kira-kira sebaya dengan Arata. Kulihat bahwa tanpa melepaskan gandengan, pria tersebut berjongkok agar bisa menatap lurus mata si bocah. "Ayah setelah ini harus pergi bekerja. Nan...

Tsukiuta AU Settings; Daycare AU

Tsukino Daycare Sebuah tempat penitipan anak di daerah Ikebukuro. Baru dibuka dan ukurannya kecil, sehingga anak yang dititipkan di sana pun belum terlalu banyak. Hanya dua orang yang bekerja di sana, yaitu Kurotsuki Dai dan Tsukishiro Kanade. Mutsuki-ka Terdiri atas dua orang: Hajime (26) dan Arata (4), anaknya. Hajime adalah pewaris utama keluarga konglomerat Mutsuki dan bekerja sebagai CEO di salah satu perusahaan yang mereka kelola. Istrinya meninggal ketika melahirkan anak mereka, sehingga Arata tidak terlalu tahu-menahu mengenai ibunya dan paling sayang pada Hajime. Tinggal berdua saja di sebuah rumah tingkat dua sederhana di daerah Ikebukuro. Hajime mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk datang tiap beberapa kali seminggu untuk membersihkan rumah. Untuk urusan memasak, Hajime melakukannya sendiri, kadang membeli makanan siap saji. Yayoi-ka Terdiri atas dua orang: Haru (26) dan Aoi (4). Aoi bukanlah anak kandung Haru, melainkan anak hasil 'kecelakaan' dari...

Vivienne Roxane Mikain

Image
Faceclaim: Virgilia (Umineko no Naku Koro ni) Vivienne Roxane, often called Vivi by those she's on friendly terms with, is the only child of the previous Duke of Milsei and Frey's fiancée. She's older than Frey by four years. They were introduced to each other when Frey was 16 and Vivi was 20. Their engagement was decided once Frey turned 20 and Vivi reached 24. Currently she's 29 years old. Both viewed the engagement as mere 'title' and instead saw each other as friends who understand each other the most. Both are chatty and inquisitive, and masters completely different fields. With her outgoing and inquisitive mind, she's a master at various fields. She loves reading especially books from another countries, so she's multilingual. She appreciates arts and masters several musical instruments, thus she's often invited to attend gatherings, even to ones held at another land. While Frey would rather sit behind his desk and have his spies g...

Sound Horizon Academy AU; Settings

Sound Horizon © Revo -- Hiver Laurant is a first year at Sound Horizon Academy's high school department. He lives together with Hortense and Violette, 'older sisters' who have taken care of him since his mother died when giving birth to him. Loves reading books and is part of the Library Committee at the school. Märchen von Friedhof is a transfer student in Hiver's class. He's sickly and unsociable. Joins the Library Committee when asked to choose which part of school committee that he wants to partake in. Hortense & Violette are Hiver's guardians. They looks like young girls, but is actually much older than Hiver. Idolfried Ehrenberg is, apparently, Mär's guardian.

Pacar 2

Disclaimer : Prince of Stride © FiFS, Kadokawa -- Hubungan percintaan sesama jenis bukan sesuatu yang bisa membuat Tomoe risih. Bagaimanapun, ia hidup di jaman di mana sebuah negara adigdaya di seberang lautan sana telah berdeklarasi bahwa mereka mendukung pernikahan pasangan gay. Tanah air tempatnya lahir dan dibesarkan ini pun disinyalir mendapat julukan surga baik bagi mereka yang memang pelaku hubungan maupun hanya penikmat keindahannya. Jadi, ya, yang membuat Tomoe terguncang bukan itu, tapi lebih ke arah bahwa Riku sudah punya pacar. Adiknya yang ia kira masih bocah ingusan penggemar yakisoba pan buatan toko roti keluarga mereka, yang sebagian besar otaknya diduga terdiri atas otot dan bukannya sel fungsional, ternyata sudah punya minat untuk menjalin hubungan percintaan. Rasanya sulit dipercaya. Meskipun Tomoe tidak pernah meremehkan kemampuan fisik adiknya, untuk bidang lain, baik secara sengaja maupun tidak, ia nyatanya meremehkan Riku. "... Sudah bukan anak k...

Pacar

Disclaimer: Prince of Stride Alternative © FiFS, Kadokawa -- Liburan musim dingin bagi anak kelas 3 SMA bukanlah waktunya bersantai. Ujian masuk universitas menanti, sehingga bagi mereka yang ingin masuk ke universitas yang bagus, terpaksa menghabiskan sebagian besar waktu berkutat dengan soal latihan. Tomoe, meskipun memenuhi kualifikasi sebagai anak kelas 3 SMA yang hendak melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tidak mengikuti rutinitas itu. Sebagai seorang yang pandai melakukan apa saja, ia tidak hanya jenius dalam soal olahraga lari, namun nilai-nilai akademisnya pun lumayan. Alhasil, ia mendapatkan tawaran dari berbagai universitas untuk masuk melalui jalur rekomendasi. Jadi, sementara anak-anak lain memusingkan nilai dan mencemaskan apakah mereka dapat lulus ujian masuk perguruan tinggi yang mereka inginkan, Tomoe malah pusing harus menentukan universitas mana yang hendak ia terima tawarannya. Maka dari itu, memanfaatkan waktu liburan, ia pamit pul...