Scraped: Tredici
“Byakuran-sama?”
“Mm?”
“Bisa berhenti memandangi ponsel Anda?”
Byakuran mengerling ke arah orang yang mengajaknya bicara—Kikyou. Pria dengan penampilan bak seorang rocker itu menatapnya seolah mencemaskan sesuatu. Sebenarnya, ‘sih, tidak hanya Kikyou saja. Bluebell dan Zakuro juga ikut menatapnya seolah-olah khawatir. Tentunya Byakuran tidak mengerti arti tatapan mereka itu.
“Kenapa kalian menatapku begitu?”
“Karena daritadi kau terus-terusan memelototi ponselmu, tentunya!” sahut Bluebell sedikit ketus. “Benar-benar, deh, kau sendiri yang meminta kami datang kemari karena katanya mau membicarakan sesuatu, tapi kau malah asyik sendiri menatap entah apa!”
“Oh iya, ya,” Byakuran nyengir tak bersalah dan meletakkan ponselnya di meja.
Ia memang memanggil kawan-kawannya untuk menemuinya di kafe kecil yang sering mereka datangi sejak masih remaja. Mereka bertanya untuk urusan apa, tapi ia tidak menjawab pertanyaan tersebut. Yang pasti, karena sekarang mereka sudah berkumpul, ia akan menjelaskan apa yang ingin ia utarakan. Namun sebelum ia sempat melakukannya, ia menyadari ada sesuatu yang kurang.
“Ngomong-ngomong, mana Daisy-chan?”
Spontan ketiga orang kawannya itu memasang ekspresi sedih. Byakuran mengerutkan dahi melihat reaksi mereka, menunggu jawaban yang akhirnya diberikan oleh Kikyou.
“Dia sibuk membantu keluarganya. Mereka terancam bangkrut, kau tahu.”
Iris sewarna lembayung membelalak lebar. “Bangkrut?”
“Beberapa bulan terakhir ini pakaian yang mereka produksi tidak laku,” Bluebell memainkan sedotan di dalam gelas berisi jus jeruknya. “Kau tahu merk pakaian Monochrome? Mereka menjual pakaian bertema gothic, sama seperti Hinagiku milik keluarga Daisy, dan para penggemar busana gothic sedang menggandrungi merk tersebut saat ini. Distributor dan penggrosir yang dulunya rajin memesan dari Hinagiku juga mulai pergi satu persatu.”
“Bagus, kalau begitu.”
Zakuro mengernyit mendengar ucapan pria berambut putih yang duduk di sampingnya itu. “Bagus?”
Byakuran mengangguk santai, seolah tidak merasa ada yang salah dengan ucapannya. “Itu artinya aku mendapat motivasi lebih untuk memenangkan kompetisi.”
Ketiga temannya menunjukkan wajah bingung sementara ia tertawa. Byakuran mengeluarkan sebuah kartu ucapan dari saku kemejanya, lalu meletakkannya di tengah-tengah meja agar mereka dapat membaca apa yang tertulis di sana.
“’Challenge accepted’?” Kikyou menggumamkan kalimat yang tertulis pada kartu tersebut.
“Kartu itu balasan dari tantangan yang kuajukan pada pemilik Monochrome tempo hari. Aku bilang bahwa merk pakaian keluargaku, Mille Fiori, akan lebih digemari dari merk mereka dalam waktu seminggu. Jika aku berhasil melakukannya, aku bebas meminta tuan pemilik itu melakukan apapun yang aku mau, namun jika aku gagal, maka Mille Fiori harus keluar dari industri fashion.”
Bluebell terkesima. “Kau gila!”
“Tidak juga,” Byakuran menyeringai lebar. “Ini kesempatan yang bagus untuk menyelamatkan usaha keluarga Daisy-chan, ‘kan? Kalau aku berhasil, aku bisa meminta Monochrome untuk berhenti menjual busana bertema gothic dan pelanggan akan kembali pada Hinagiku~”
“Kalau kau berhasil,” Zakuro mendesis pelan. “Jika tidak, keluargamu juga akan terancam bangkrut. Mille Fiori merk utama dari perusahaan yang dikelola keluargamu, Byakuran-sama.”
“Masih ada Camelia, yang bergerak di industri food and confections, dan Floriera yang menjual mainan anak-anak. Lebih sulit bersaing di kedua bidang itu, memang, tapi kami tidak akan benar-benar jatuh miskin.”
Kikyou memegang dagunya, memasang pose berpikir. “Ini aneh. Kenapa pemilik Monochrome mau saja menerima tantanganmu, Byakuran-sama? Dibandingkan dengan Hinagiku dan Mille Fiori, Monochrome adalah anak baru di industri fashion. Akan lebih aman jika mereka mempertahankan pola bisnis mereka yang biasanya dan perlahan-lahan menjatuhkan semua saingan mereka, ‘kan?”
“Karena kami sudah berjanji.”
Byakuran tersenyum penuh arti sementara kawan-kawannya memberinya tatapan heran, tak mengerti maksud ucapannya.
“Daripada memusingkan masalah nanti, sebaiknya sekarang kalian bantu aku untuk memikirkan cara untuk memenangkan taruhan ini, oke?”
Comments
Post a Comment