Scraped: 17 Agustus Arc, last chapter
“Pokoknya sekarang kita nonton bareng aja, yuk, Roushi! Virgo Shaka udah ngijinin moi make ruangannya buat nonton pake proyektor, ‘nih!” Misty memberi gestur kepada Dohko untuk mengikutinya.
“Mm... memangnya nggak masalah kalau mereka...” Dohko melirik ke arah rekan-rekan sejawatnya, yang melempar tatapan benci ke arah ketiga makhluk dengan jenis kelamin meragukan itu dan memasang ekspresi dendam kesumat, “... ditinggal?”
“Tenang!” Aphrodite cekikikan sebentar sebelum melanjutkan, “Kita punya... security guard yang bakal ngebantuin kita untuk menahan mereka.”
“Security guard?”
“Benar sekali!”
Muncul lagi seseorang yang tak terduga. Seseorang itu mengenakan surplice hitam bersayap, memiliki surai panjang keperakan dengan poni menutupi matanya. Seseorang yang membuat Albafica jengkel berat hanya dengan melihatnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Griffin Minos?
Para Gold Saint dibuat terkejut dengan kehadiran sang Hakim, namun beberapa saat kemudian mereka tersadar karena merasakan ada sesuatu yang tak tampak membelit tubuh mereka, membuat mereka tidak bisa bergerak. Minos telah melancarkan jurus Cosmic Marionette-nya. Jelaslah sudah mengapa ia dipilih menjadi security guard untuk menahan sebelas ksatria Athena itu selagi Misty dan kawan-kawan menonton rekaman acara hukuman kedua.
“Nah, sudah selesai. Cepat sana, nyalakan rekamannya. Hades-sama dan yang lainnya sudah menunggu.”
“Sip! Merci beaucoup, bel enfant!” Misty menarik tangan Dohko agar mengikutinya, sebelum si pertapa bisa memprotes. “Cepat, Roushi! Semuanya menunggu kita, lho!”
Yang dimaksud ‘semuanya’ ternyata memiliki arti yang lumayan harafiah. Seperti yang sudah diduga, Hades dan Poseidon, sebagai ‘sponsor’ yang memberi bantuan dalam usaha Misty dkk untuk merekam proses berjalannya hukuman kedua, hadir di dalam ruangan yang dimaksud. Mereka dibarengi oleh anak buah mereka masing-masing dan juga Saori serta para Gold Saint abad 20.
“Lho, Roushi ‘kok sudah pulang?” Aiolia kaget.
“Udah, ngobrolnya nanti aja,” hardik Aphrodite.
Setelah berkutat dengan mesin proyektor selama beberapa saat, Aphrodite, Misty, dan Sorrento mengambil tempat duduk agar bisa ikut menonton. Apa yang direkam di dalam handycam mulai diperlihatkan pada layar gantung.
Comments
Post a Comment