Diam

"Mengakulah!"

"Siapa yang menulis kata-kata itu, maju ke depan!"

Aku diam. Kawan-kawanku diam. Kami diam, mendengarkan senior-senior meraung di kanan, kiri, depan, belakang, barisan mahasiswa baru.

Lalu, satu persatu beberapa dari kami memberanikan diri maju ke depan. Perlahan-lahan jumlah mereka yang berdiri di depan semakin banyak. Aku masih diam. Mulutku terkatup namun hatiku mencemooh.

Cari perhatian. Hanya berani setelah lima dari kalian memberanikan diri maju ke depan!

Diam dan hening, kudengar salah satu dari senior kami meneriakkan hal yang sama. Oh, hei, Kak, kau membaca pikiranku atau kita memang sehati? Manisnya.

Aku kembali diam, mulut dan pikiranku, dan senior kembali berkoar. Namun dahiku sedikit berkerut, saat salah satu dari mereka berucap,

"Lihat kawan-kawan kalian yang di depan ini!" Ia memberi jeda antara kalimat pertamanya ini dengan kalimatnya yang lain, melambaikan tangan untuk menunjuk barisan mahasiswa baru yang berdiri berjajar di depan. "Dari sekian banyaknya jumlah mahasiswa fakultas kita, hanya segini yang masih punya hati!"

Tangan yang berada di sisi kiri kanan tubuhku kukepalkan. Segenap hati aku menahan diri untuk tidak meneriaki mereka,

"Halo?! Kalian tadi menyuruh kami untuk mengakui kesalahan kami. Bukankah itu berarti bahwa jika kami maju ke depan maka kami mengakui bahwa memang kami yang menulis kata-kata yang tidak senonoh itu? Bukankah itu berarti wajar jika kami tetap diam di tempat, bukan karena kami pengecut, tapi karena kami memang tidak bersalah dan tidak perlu mengakui apapun!?"

Aku diam, memandang apapun selain wajah-wajah senior yang melanjutkan eksekusi kecil-kecilan ini. Semakin bosan aku dengan ucapan mereka. Nyaris tak kuperhatikan raut mereka yang sengaja dibuat tegas, yang sebenarnya akan lebih manis jika mereka gunakan untuk tersenyum.

Aku diam, terus mengabaikan raungan mereka, karena aku akhirnya paham bahwa logikaku dan logika mereka mungkin tidak akan pernah bertemu titik temu.

Comments

Popular posts from this blog

Scrapped: EC-8

Scrapped: Raijin no Keifu

Konstelasi: Sagittarius