Scrapped: Hari Ini, Esok, dan Seterusnya
Tiga jam berlalu dan pemberian materi
selesai. Murid-murid segera berhamburan keluar, lega karena mereka bisa
merenggangkan badan dan menghirup segarnya udara luar. Beberapa ada yang segera
melakukan perburuan tanda tangan, ada juga yang berkumpul dengan teman untuk
membicarakan sesuatu, dan ada juga yang diam di kelas untuk menikmati bekal
yang dibawa dari rumah.
Shion termasuk dalam kelompok pertama.
Jujur, ia tidak seantusias kawannya yang berwajah Asia dalam usaha mereka
mendapatkan hadiah dari tim panitia. Motifnya bersungguh-sungguh mencari tanda
tangan seluruh anggota tim panitia hanya karena ia ingin lebih mengenal
senior-seniornya, karena ia toh ingin bergabung di OSIS nanti. Ia berharap
dengan rajin mencari tanda tangan seperti ini mereka akan mengingat wajah dan
namanya, sehingga akan lebih mudah baginya untuk memenangkan hati para anggota
OSIS saat seleksi anggota baru kelak.
Berdiri di bawah naungan salah satu pohon
yang ada di taman dalam sekolah, Shion membolak-balik halaman buku tanda
tangannya. Ia sudah mendapatkan 80% tanda tangan dari total jumlah seluruh panitia
pelaksana. 20% sisanya adalah tanda tangan yang masih sisa sebagian dan memang
ingin ia buat menjadi tanda tangan penuh hari itu dan tanda tangan salah seorang
panitia yang tidak pernah hadir selama dua hari pertama acara MOS.
Albafica.
Comments
Post a Comment