Interview: Preview #1
“Kardia? Daripada mengisengi pacarmu, bagaimana kalau kau menjelaskan plot film ini?”
“Haah?” Kardia mengangkat sebelah alisnya. “Kenapa harus gitu? Memangnya kamu nggak nonton?”
“Bukan begitu maksudnya, Kardia. Kamu diminta menjelaskan ke penonton yang sedang menonton acara ini,” Dégel menjelaskan dengan sabar.
“Memangnya para penonton nggak nonton film kita?”
Aphrodite mengerang frustasi. “Sepupu kamu, ‘kok, tolol, ‘sih, Mil?”
“Nggak tau, kayaknya waktu kecil dia bukannya dimasukkin ke rumah sakit umum tapi malah dijeblosin ke rumah sakit jiwa, jadinya agak error gitu,” Milo menyahut acuh tak acuh.
“Kalian ngomong kayak yang digosipin nggak denger gitu, ya...” Kardia bergantian menatap tajam ke arah dua orang pria yang lebih muda darinya itu.
“Gosip apa? ‘Kan kenyataan kalau kamu tolol.”
“Haah?” Kardia mengangkat sebelah alisnya. “Kenapa harus gitu? Memangnya kamu nggak nonton?”
“Bukan begitu maksudnya, Kardia. Kamu diminta menjelaskan ke penonton yang sedang menonton acara ini,” Dégel menjelaskan dengan sabar.
“Memangnya para penonton nggak nonton film kita?”
Aphrodite mengerang frustasi. “Sepupu kamu, ‘kok, tolol, ‘sih, Mil?”
“Nggak tau, kayaknya waktu kecil dia bukannya dimasukkin ke rumah sakit umum tapi malah dijeblosin ke rumah sakit jiwa, jadinya agak error gitu,” Milo menyahut acuh tak acuh.
“Kalian ngomong kayak yang digosipin nggak denger gitu, ya...” Kardia bergantian menatap tajam ke arah dua orang pria yang lebih muda darinya itu.
“Gosip apa? ‘Kan kenyataan kalau kamu tolol.”
Comments
Post a Comment