Scrapped: Slow Dance
Roman, Moira, Märchen © Sound Horizon, Revo
Inspired by romandehiver and emptyborder.
.
"Sudah kubilang, kau itu pasnya menarikan bagian perempuan," Hiver menukas, "lebih terasa alami saat kita melakukan putaran-putaran!"
"Hanya karena kau sedikit lebih kekar dariku akibat kegiatan rutinmu," Märchen melirik tumpukan buku yang sudah siap dibawa pergi, "'angkat berat: edisi buku bacaan'. Kalau seperti ini terus, spekulasiku bahwa tahun depan kau akan termutasi sempurna menjadi semacam makhluk peranakan manusia dan gorila akan jadi kenyataan."
"Aku tahu kau suka membayangkanku dengan kondisi tubuh sepertiku. Kau dan fetish-mu, hm."
Hiver tertawa pelan saat menghindari sikutan Märchen. Aeolia tersenyum saja melihat keduanya bersenda gurau. Sementara kawannya yang kutu buku mengangkut tumpukan pinjamannya dari atas meja, Märchen mengeluarkan CD Rom dan mematikan komputernya, baru menyusul Hiver dan Aeolia yang sudah berjalan keluar dari ruang perpustakaan terlebih dahulu.
"Hei, Märchen, tidak ada cara agar aku bisa membuatmu membantuku membawakan beberapa buku ini ke kamarku?"
"Aku suka teh buatanmu, tapi sayangnya aku sedang tidak mood untuk meneguk kafein, jadi: tidak, tidak ada."
"Kau tidak senang karena tadi aku membicarakan fetish-mu atau kau sebegitu inginnya melihat tanganku menjadi sekekar tangan gorila?"
"Lebih ke arah yang kedua, tapi tidak sepenuhnya benar."
Inspired by romandehiver and emptyborder.
.
"Sudah kubilang, kau itu pasnya menarikan bagian perempuan," Hiver menukas, "lebih terasa alami saat kita melakukan putaran-putaran!"
"Hanya karena kau sedikit lebih kekar dariku akibat kegiatan rutinmu," Märchen melirik tumpukan buku yang sudah siap dibawa pergi, "'angkat berat: edisi buku bacaan'. Kalau seperti ini terus, spekulasiku bahwa tahun depan kau akan termutasi sempurna menjadi semacam makhluk peranakan manusia dan gorila akan jadi kenyataan."
"Aku tahu kau suka membayangkanku dengan kondisi tubuh sepertiku. Kau dan fetish-mu, hm."
Hiver tertawa pelan saat menghindari sikutan Märchen. Aeolia tersenyum saja melihat keduanya bersenda gurau. Sementara kawannya yang kutu buku mengangkut tumpukan pinjamannya dari atas meja, Märchen mengeluarkan CD Rom dan mematikan komputernya, baru menyusul Hiver dan Aeolia yang sudah berjalan keluar dari ruang perpustakaan terlebih dahulu.
"Hei, Märchen, tidak ada cara agar aku bisa membuatmu membantuku membawakan beberapa buku ini ke kamarku?"
"Aku suka teh buatanmu, tapi sayangnya aku sedang tidak mood untuk meneguk kafein, jadi: tidak, tidak ada."
"Kau tidak senang karena tadi aku membicarakan fetish-mu atau kau sebegitu inginnya melihat tanganku menjadi sekekar tangan gorila?"
"Lebih ke arah yang kedua, tapi tidak sepenuhnya benar."
Comments
Post a Comment