Re-marriage #2
Pintu kamarnya diketuk dan namanya dipanggil, tapi ia tidak menyahut. Meski berada dalam posisi duduk dengan memeluk lutut di pojok kamar, ia bisa mendengar kenop diputar dan pintu mengayun membuka, disusul langkah kaki yang perlahan mendekatinya.
"Aphrodite, mau dengarkan Kakak sebentar?"
Tidak ada jawaban afirmatif darinya, tapi ia juga tidak menolak permintaan itu. Dirasakannya Albafica berjongkok di hadapannya, mengelus ubun-ubun kepalanya.
"Kalau kamu memang tidak suka Ayah menikah lagi, kamu bisa langsung bilang ke Ayah. Beliau tidak akan marah."
"... bukannya tidak suka."
"Lantas?"
Aphrodite mengangkat kepalanya sedikit, menampakkan mata birunya yang sedikit sembab. ""
"Aphrodite, mau dengarkan Kakak sebentar?"
Tidak ada jawaban afirmatif darinya, tapi ia juga tidak menolak permintaan itu. Dirasakannya Albafica berjongkok di hadapannya, mengelus ubun-ubun kepalanya.
"Kalau kamu memang tidak suka Ayah menikah lagi, kamu bisa langsung bilang ke Ayah. Beliau tidak akan marah."
"... bukannya tidak suka."
"Lantas?"
Aphrodite mengangkat kepalanya sedikit, menampakkan mata birunya yang sedikit sembab. ""
Comments
Post a Comment