Scent
In the Moonlight © aicchan
.
.
.
Menolehkan kepalanya, ia langsung menemukan sosok pemanggilnya, Camus, berjalan mendekatinya sambil mendorong sebuah troli. Berbagai macam makanan, mulai dari bahan-bahan mentah untuk dimasak hingga cemilan, memenuhi troli tersebut. Albafica tersenyum tipis melihatnya.
"Kau dan Kardia ingin hibernasi di dalam apartemen baru kalian atau apa?"
Camus tertawa miris. "Milo ingin kami membuat pesta perayaan pindahan dan Kardia setuju saja. Kau tahu mereka tidak akan menerima penolakanku kalau sudah kompakan begitu."
Giliran Albafica yang tertawa, pelan dan anggun, dan seketika membuat Camus teringat akan impresi pertamanya ketika dulu ia berpapasan dengan pria berambut biru panjang itu. Pasangan hidup Minos itu, kalau boleh dikatakan secara hiperbolis, adalah manusia paling cantik sejagat raya. Dan pesona yang dimilikinya itu tidak terbatas pada penampilan luarnya, tapi juga dari gerak-geriknya yang kadang membuat Camus berpikir kalau ia sedang berhadapan dengan seorang tuan putri.
"Kardia ada di sini?"
Comments
Post a Comment